Baca Novel Online: Galau

baca novel online

Baca hingga tamat kisah perjuangan Miu dalam menggapai mimpinya di Singapura novel bersambung untuk pecinta novel online

Untuk mengenal lebih dekat tentang novel online ini silakan kamu baca sinopsis novel Tidur Bersama hujan serta asal usul bagaimana novel online ini diciptakan.

Pada Bab pertama dari novel romantis ini mengisahkan tentang kegalauan yang dihadapi oleh sang tokoh. Miu harus berhadapan dengan ketidakwarasan Kakak perempuannya disaat beliau sedang galau kehilangan lelaki yang dia cintai.

Baca Novel Online Sebuah Novel Romantis Bab 1


baca novel online

Diary, izinkanlah aku melukis di tubuhmu dengan mata pena yang nantinya akan menjadi sebentuk lukisan tentang liku-liku kehidupanku dalam berjuang menggapai mimpi dan berjuang untuk membuktikan cintaku kepadanya.

Apabila mencintai seseorang kita harus bersedia untuk kehilangannya dan ketika kita bercinta kita juga harus reda untuk menang dan kalah.

Aku belum ingin mengalah Diary, semangat juang di dalam dadaku ini masih berkobar-kobar membakar segala ketidakupayaan yang ada. Walaupun aku harus menyerah, setidaknya dia tahu bahwa cintaku kepadanya tidak boleh dinilai dengan apapun bahkan dengan nyawa ini sekali pun.

Setiap saat aku mengenang dirinya, tiada siang dan petang tidak kutuliskan surat-surat rayuan untuknya dan tiada malam tidak kukirimkan doa-doa kepada Tuhan agar dia kembali menatap mataku yang memancarkan sinar kasih untuknya.


Tuhan,
Kembalikan lah ia lagi kepadaku selagi dia belum bersamamu
Abadikan cinta kasih kami
Hingga ke syurgamu nanti, Amin.

Doa itulah yang pasti kuterbangkan ke langit menuju singgahsana Tuhan semesta alam sebelum kulelapkan kedua mataku yang begitu ingin melihat dirinya dan semoga kutemukan dia dalam tidurku nanti.

Malam ini aku bisa tidur lebih lena berkat pertolongan hawa dingin yang berasal dari rahmat penguasa alam semesta melalui curahan air hujannya yang gugur dengan deras membasahi bumi Singapura.

Aku hanya dapat melihat butiran-butiran bening jatuh dari langit melalui jendela kamarku yang berhadapan dengan lapangan hampa yang akan dijadikan bangunan sekolah. Sementara, bunyi rintik-rintiknya tidak mampu menyentuh ke telinga karena aku berada di dalam rumah flat tingkat sepuluh. Ini adalah rumah salah satu dari tiga kakak perempuanku yang sudah menjadi warga tetap di Singapura.

Baca novel online


Rumahnya terasa sangat luas karena hanya dihuni oleh aku bersama Kak Serin dan anak perempuannya. Penduduk di sini menyebutnya rumah 4 kamar yang memiliki 3 kamar tidur, 2 kamar mandi yang menyatu dengan toilet, dapur, ruang tamu dan ruang makan ditambah sebuah gudang mini. 

Seperti biasanya, kami bangun pukul 5.30 pagi waktu Singapura, untuk waktu Indonesia barat  pukul 4.30 pagi, jadi suasana  di luar masih ada sisa-sisa kegelapan.

Bangun tidur, aku langsung mandi di kamar mandi yang posisinya berhadapan langsung dengan pintu kamarku. Setelah itu, bersama Kak Serin dan anak perempuannya yang tiga hari lagi genap usianya 4 tahun menyantap makanan pagi di ruang makan. Kak Serin keluar rumah menuju ke tempat kerjanya pukul 6.00 pagi dan beberapa minit kemudian, tanggung jawabku mengantar Lala, keponakanku ke sekolahnya yang hanya dipisahkan oleh beberapa blok.

Jika masih mengantuk, aku  akan kembali ke tempat tidur namun itu sangat jarang sekali. Bunyi alarm di handphone akan berdering nyaring pada pukul 8.30 pagi dan sebelum pukul 9.00 pagi aku harus berada di sekolah yang berlokasi di Jurong East dan pulang dari sekolah pada pukul 13:00 kujemput Lala di sekolahnya. Sebelum Kak Serin pulang kerja pada pukul 14:00, aku yang akan menjaga anak perempuannya. Seperti itulah kehidupan aku setiap hari sehingga kuterima pesan sms dari seorang pria tampan yang kupikir dia adalah pangeran hatiku.

"Jangan hubungi saya lagi mahu pun jumpa saya lagi. Saya mintak maaf jika selama ini saya ada berbuat salah kepada awak. Jaga diri awak baik-baik."

Oh My diary, sebelum hadir dirinya, hidupku bertemankan sepi. Hatiku kosong dan bagaikan segersang alam Sahara. Hidupku ini sepenuhnya ku abdikan untuk kak Serin untuk menyelesaikan masalah-masalahnya sehingga diriku lengah akan kebahagiaan diri sendiri. Aku lengah bahwa aku adalah seorang insan yang memiliki hati dan butuh cinta untuk bisa terus berdenyut menikmati nikmatnya kehidupan.

Aku hanya mendengar kisah cinta sepasang kekasih, namun cinta yang sedemikian belum pernah menyentuh kehidupanku sehingga dia menawarkan cinta dan hatinya kepadaku. Aku dengar janji-janji manisnya dan dengan sunguh-sungguh mengatakan bahwa dia mencintaiku. 

Dia bertanya, apakah aku sudi untuk menjadi orang paling istimewa buat dirinya? Aku menerima cintanya dengan perasaan yang paling bahagia dan akhirnya kami berdua resmi berpasangan. Aku bahagia tiada tara! Dunia bagaikan milik kami berdua. Hati dipenuhi bunga-bunga cinta.

Aku percaya bahwa Allah memberikan jalan yang terbaik bagi semua umatnya tapi masalahnya jalan itu sudah terputus setelah dia meninggalkanku tanpa sebarang penjelasan. Dia hanya mengatakan selamat tinggal kepadaku itu pun melalui SMS. Duniaku saat itu menjadi gelap gulita, jantung ini bagaikan berhenti berdenyut, darahku pun seolah-olah membeku berhenti mengalirkan roh-roh kehidupan.

Hidupku yang dulunya syurga sekelip mata menjadi neraka yang mengerikan. Aku merana, aku kecewa, aku sedih, hidupku begitu sengsara, hati ini terasa disayat -sayat. Aku hilang segala rasa yang ada bagai detik jarum kehidupanku berhenti berputar. Aku benci dia! sangat membencinya.

Oh My Diary, karena dia aku hampir gila, karena dia aku hilang rasa. Hatiku tidak dapat menemui damai lagi. Aku terus mencari sebab mengapa dia meninggalkanku walaupun aku sudah banyak berkorban untuk dirinya. Namun mengapa dia masih ingin meninggalkanku dengan cara yang tidak berprikemanusiaan.

Setiap kali aku berusaha menghubunginya, dia tidak akan berbicara baik-baik. Dia menghinaku, memalukanku. Hatiku perih bagaikan disayat-sayat atas penghinaan dari seseorang yang pernah memperkenalkanku tentang warna-warni kehidupan.

Penguasa alam telah menyelubungi alam dengan jubah hitamnya namun Kak Serin masih juga belum pulang ke rumah. Telpon dan SMS tidak ada satu pun yang dijawab. Sudah tentu aku mencemaskannya karena beliau tidak pernah telat pulang hingga larut malam sebegini. Hati dan jiwaku yang sebelumnya memang kacau kini semakin kacau-balau dibuatnya. Mungkin lebih baik aku tidur agar aku boleh merasa bebas daripada segala kekacauan ini  walaupun itu hanya buat sementara waktu.

Oh My Diary, bukan hanya aku yang berubah, Kak Serin juga berubah. Akhir-akhir ini, dia selalu pulang ke rumah sewaktu aku dan gadis kecilnya sudah berlayar ke alam mimpi dan dia juga sering tidak pulang. Kak Serin benar-benar sudah berubah! Dia yang dulunya suka berdandan tapi kini bedak putih pun sudah tidak kulihat lagi di wajahnya, dia yang dulunya berpakaian rapi dan indah tapi kini bajunya pun sudah tidak pernah lagi diseterika dan dia yang dulunya suka menari apabila mendengar lagu Hindi tapi kini lebih suka tidur dan mengurung diri serta dia yang dulunya paling ceria waktu bangun pagi lalu membuatkan kamu sarapan namun sekarang kami tidak pernah lagi bersarapan bersama.

Diary, fisiknya juga tidak sama seperti dulu. Wajahnya tampak kusam, tidak bermaya dan tubuhnya semakin kurus. Jika perubahanku karena kehilangan orang yang aku cinta namun perubahan Kak Serin disebabkan oleh apa Diary ? Semuanya sudah berubah, sudah tidak seperti yang dulu lagi.

Novel online Tidur Bersama Hujan Novel Motivasi Mengajarkan Kita Untuk Bangkit Tatkala Terjatuh


baca novel online


Sebenarnya, berat untukku bertatapan mata dengan Kak Serin karena  sekarang beliau sering mengomel yang tidak jelas ditambah sikap sensitifnya yang berlebihan serta dia juga suka marah-marah tentang hal-hal sepele. Tapi, dini hari, waktu aku dan Lala sedang menikmati liburan sekolah dan Kak Serin pun sekarang sedang berada di kamar, maka aku gunakan untuk berbicara dari hati ke hati dengannya. 

“Miu nak cakap sekejap Kak.” 
“Nak cakap apa? Aku nak keluar sekejap ni.” 
“Nak pergi mana?”
“Adalah...” Sembari memeriksa dompetnya.
“Kak, tolonglah jangan keluar selalu. Kalau kakak keluar pun, boleh tak balik rumah jangan tengah malam?” 
“Hey, dengar sini! Aku keluar sebab aku nak cari duit untuk kamu semua makan!” Dengan nada membentak.
“Tapi kalau nak keluar pun, agak-agaklah sikit. Takkanlah kerja-kerja rumah semua Miu yang uruskan. Miu yang masak, Miu yang cuci baju, Miu jugak yang uruskan Lala 24 jam, semua Miu yang buat. Kerja kakak keluar, balik tengah malam dan kadang-kadang tak balik. Itu yang kakak cakap kerja. Kerja apa itu, Kak?” Suasana panas yang sungguh tidak nyaman sudah mulai aku rasakan.
“Hey, kau boleh diam tak!” 
“Aku takkan berdiam kalau hampir setiap malam Kak Serin bawa jantan masuk ke dalam rumah. Sebenarnya, apa yang telah terjadi dengan kakak ni?” 

Diary, seharusnya aku menangani kemarahan Kak Serin dengan kelembutan, tapi waktu itu emosiku juga tidak stabil kerana aku baru saja kehilangan seseorang yang kupikir dia tidak akan meninggalkanku. Maafkan aku Kak Serin, sungguh mustahil untuk aku bersifat tenang saat kau marah tadi.

“Mengapa kau suka sangat mengacau hidup aku? Kau nak aku mati sekarang? Kau sukakan bila aku mati, kau nak tengok aku matikan!” Sembari melempar dompetnya ke arahku. 

“Kalau nak mati sangat, pergi sana mati! Aku sedikit pun tak peduli dan sedikit pun aku tak takut dengan ancaman kakak. Hempas saja semua barang atau nak aku tolong hancurkan semua barang-barang. Jangan ingat hanya kakak saja yang ada masalah, aku juga ada Kak.”.

Diary, seharusnya aku sudah dapat melihat gambaran yang jelas mengenai Kak Serin. Sudah tentu ada sesuatu yang salah dengannya. Tapi, akal warasku seperti dalam keadaan lumpuh sehingga aku hanya menggunakan emosi dan nafsu. Maafkan aku, Kak Serin, ini semua kerana dia meninggalkanku tanpa kata penjelasan. Bukan engkau saja yang sedang mencari damai, aku juga sama sepertimu, jiwaku sakit karena cinta, sementara jiwamu sakit karena  apa Kak Serin?

“Okay, kau nak tengok aku matikan.” Aku mengikutinya ke dapur. Lalu dia mengambil pisau yang di taruh di laci kabinet. Aku kaget melihatnya karena dia belum pernah semurka ini. Padahal, dulu Kak Serin orangnya lembut dan sama sekali tidak pernah marah.

“Kalau memang nak mati, bunuh diri sekarang atau kalau tak terjun saja dari tingkap.”

"Novel Yang Bisa Dijadikan Pelajaran Hidup dan Bahan Renungan Novel Tidur Bersama Hujan"


baca novel online

Oh My Diary, aku memang benar-benar sudah kehilangan akal sehat. Entah mengapa aku juga tak ingin mengalah dengan kemarahannya yang pasti disebabkan oleh sesuatu sementara jiwa dan pikiranku sedang kacau tak menentu karena hingga sekarang, orang yang paling kurindui saat ini tidak pernah membalas surat-surat cinta yang kukirim ke Email-nya.


Singapura, 4 April 2010

Maafkan aku, jika sekali lagi aku harus melayangkan sepucuk surat untukmu karena dengan cara inilah aku dapat merasakan hidupku lagi yang sudah lama redup sejak kepergianmu. 

Aku diam bukan berarti aku melupakanmu, tapi aku diam karena aku ingin meredakan amarahmu.

Sudah banyak hal yang aku lakukan untuk bisa hidup tanpa dirimu namun usahaku sia-sia.

Jika aku mencintai seseorang, maka aku hanya ingin ajal yang memisahkan ragaku dengan raga orang yang aku cintai, namun cinta ini kekal abadi membaur dengan jiwaku.

Masihkah kau marah padaku?
Masihkah kau menyimpan benci itu kepadaku?
Bolehkah kau jelaskan kepadaku mengapa kau meninggalkan aku?

Andai saja kau bersedia menjelaskannya padaku maka aku akan berusaha untuk menjadi seseorang yang kau inginkan.

Maafkan aku karena telah membuatmu resah,
Maafkan aku karena telah membuatmu susah,
Maafkan aku karena telah membuatmu gundah,
Maafkan aku karena telah membuatmu gerah,

Namun satu hal yang pasti bahwa cintaku tidak pernah salah walaupun harus kau bagikan cinta itu kepada lainnya.

Sekian,
Dari yang paling merinduimu.



“Aku bunuh diri sekarang supaya semua orang puas!”

Bilah pisau sedang menempel di pergelangan tangan kirinya. Ternyata Kak Serin tidak bercanda untuk bunuh diri. Aku menahan tangan kanannya yang sedang menggengam pisau.

“Kak, kenapa ni, Kak. Mengucap Kak, mengucap.”
“Biarkan aku mati, biarkan aku mati daripada aku hidup tapi banyak pengacau!”
“Kak, mengucap kak. Mengucap banyak-banyak.” Aku berhasil merebut pisau itu dari genggamannya.
“Mengapa kau suka sangat mengacau hidup aku? Apa salah aku terhadap kau? Bagi semula pisau itu, aku nak mati, aku nak mati!” 
“Kak, tolonglah berhenti, kak. Miu mintak maaf, Kak. Miu minta maaf. Miu tahu Miu salah dan Miu takkan kacau hidup kakak lagi.” Aku menahan kakinya dan berusaha menahan langkahnya untuk membendung niat bunuh dirinya.
“Kau suka aku mati? Biarkan aku mati supaya semua orang puas!” Aku memeluk tubuhnya erat-erat dari belakang. Berusaha sekuat tenaga menahan dirinya yang sedang meronta-ronta untuk mengambil pisau di dalam laci.
“Kak, Miu minta maaf, Kak. Miu minta maaf. Janji Miu tak akan kacau hidup kakak lagi.” 
“Lepaskan aku, lepaskan aku! Kau senangkan aku mati?” 

Dia bukan Serin aku yang kenal, Diary.

“Kak, demi kita semua, demi Lala, Kak, tolonglah berhenti, Kak.” Tiba-tiba bel rumah berbunyi dan Kakak ku lamgsung menuju ke pintu seperti dia sudah tahu siapa yang bertamu ke rumah.

Kak Serin menjadi tenang seketika apabila melihat seorang lelaki bertubuh kurus, kulitnya agak cerah dan kiri kanan tangannya hampir penuh tato. Di Singapura, lelaki yang bertato sudah menjadi kebiasaan, bahkan perempuan di sini juga banyak yang bertato. Masyarakat Melayu di sini banyak yang sudah kehilangan jati diri mereka sebagai bangsa Melayu. Mereka lebih senang dan bangga dengan budaya barat daripada budaya timur yang indah karena kesederhanaannya.

Lelaki itu memeluk Kak Serin sambil membisikkan sesuatu. Dia mengenalkan dirinya sebagai kekasih Kak Serin. 

Diary, aku mula curiga dengannya mungkin saja dia adalah penyebab Kak Serin berubah. Kak Serin dan kekasihnya masuk ke kamar sementara aku dan Lala berada di ruang tamu sambil menonton kartun Angry Bird. Lala memintaku untuk dibuatkan minuman Milo. 

Akhir-akhir ini, dia seperti tidak ada waktu untuk mengurus Lala. Sebenarnya, Kak Serin ada tiga orang anak, dua perempuan dan satunya lelaki. Dua orang anaknya, yang sulung dan bungsu diasuh oleh mantan suaminya. Diary, aku mula resah dan gelisah tentang apa yang dilakukan oleh Kak Serin bersama kekasihnya di kamar.

Kak Serin dan aku kini sering bertengkar. Dia selalu menuduhku yang bukan-bukan. Dia menuduhku  sebagai pengacau dikehidupannya, dia berpikir aku akan mencelakainya, dan yang pasti dia suka marah-marah. 

Sejak pertengkaran besar kami kemarin, aku tidak lagi merasakan surga di dalam rumah. Aku resah dan gelisah apabila aku berada di dalamnya. Aku khawatir kalau Kak Serin akan melukai dirinya sendiri dan bahkan aku juga takut kalau dia akan melukaiku. 

Pernah suatu malam dia mengedor pintu kamarku dengan sekuat tenaga sehingga aku terbangun. Untuk pertama kali, dia menuduhku hendak membunuhnya.

Oh, Diary! Aku benar-benar sudah tidak tahan dengan ketidakwarasannya karena sekarang pun aku juga dalam keadaan yang kurang waras. Setiap saat aku akan membayangkan mantan kekasihku dan ketidakwarasanku itu dapat kau lihat dari setiap kata yang aku kirimkan ke emailnya.



Singapura, 1 Mei 2010

Awak apa kabar? Semoga awak dalam keadaan yang sehat.
Saya tahu mengapa awak tidak mau bertemu dengan saya karena awak takut yang awak masih cintakan saya. Betulkan awak masih cintakan saya?

Awak berusaha untuk membunuh perasaan awak karena orang-orang di sekeliling awak memaksa awak untuk melupakan saya, terutamanya mami awak. Apakah itu benar?

Seandainya betul alasan awak karena orang-orang di sekeliling awak, maka saya boleh terima dengan ikhlas.

Tetapi, saya hanya mau awak bersikap adil kepada saya. Saya mohon jangan benci saya. Hargai saya dan jangan layan saya seperti sampah, sebagaimana awak layan saya sekarang. Saya mohon belas kasihan daripada awak. 

Satu hal lagi, saya mau awak percaya bahwa selama ini saya masih mencintai awak dan saya tiada niat hendak mengganggu awak. Saya mengirim ribuan email untuk awak tanpa berputus asa sebab sejak awak menghilang dari kehidupan saya, hidup saya tidak pernah tenang karena saya terlalu mencintai awak.

Sekian,
Daripada insan yang paling merinduimu.


Aku tuliskan juga sesuatu yang kupikir dia pasti menyukainya. Tiada cara lain untuk memujuk hatinya kecuali dengan kata-kata yang aku ukir dari hatiku, di mana setiap denyutannya hanya untuk merasakan kehadirannya.

Setiap insan pasti mempunyai idola, begitu juga aku yang sedang mengidolakan seseorang. Jika kamu mengidolakan artis Hollywood, Bollywood atau artis-artis terkenal yang lainnya, namun diriku cukup mengidolakan seorang artis yang paling sederhana namun tampak megah di mataku. 

Dia tidak terkenal seperti artis idola kamu, tapi dia memiliki keperibadian yang mungkin jauh lebih indah dibandingkan dengan mereka karena dia sudah mewarnai hidupku dengan warna-warna yang sebelumnya tidak pernah aku banyangkan.

Aku mengidolakannya sejak pertama kali aku melihatnya. Dipendekkan cerita, akhirnya kami menjalin kasih dan pada hari itu telah menjadi hari terakhir untuk kesepianku, mengingat ayat-ayat cinta yang selalu dia tasbihkan ke telingaku tetapi ternyata aku salah.

Kebahagiaan yang kurasakan ketika itu tak kunjung lama. Mengapa kebahagiaan begitu cepat berlalu dan digantikan oleh kesedihan? Hingga sekarang pun kesedihan itu enggan pergi.

Walaupun sudah kukerahkan segenap tenagaku untuk mengusirnya namun hingga sekarang aku masih gagal melakukannya. Apa yang harus aku lakukan wahai Diaryku? Orang kata, hanya waktu yang dapat menyembuhkan sakitnya kehilangan. Aku sedang menunggu kesembuhan itu, tapi harus berapa lama? Sebulan…dua bulan… tiga bulan…, dan kini sudah hampir setengah tahun tapi aku masih memikirkannya for every singgle day.

Sekarang, aku hanya mampu menunggu sampai artis idolaku ini mampu melihat cinta ini melalui mata hatinya sendiri. Aku harus menjadi orang paling sabar karena bukankah cinta itu adalah kesetiaan yang menjadikan manusia mampu menanti bintang idolanya jatuh ke pangkuan. Apa yang aku lakukan sekarang hanya menunggu, menunggu kebenaran itu tiba.

Ditulis oleh pengagum setiamu.

Supaya kamu tidak ketinggalan untuk membaca novel ini secara online dan gratis, jangan lupa berlangganan bersama blog Dunia Novel sebuah situs baca untuk para pecinta novel. Silakan kembali ke DAFTAR ISI novel romantis Tidur Bersama hujan.

0 Response to "Baca Novel Online: Galau"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2